PT KMH Klarifikasi Penyebab Penyusutan Air Danau Kerinci : Murni Faktor Alam

  KERINCI, ARUNIKANEWS, – Pihak manajemen PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), selaku pengelola Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Keri...

 

KERINCI, ARUNIKANEWS, – Pihak manajemen PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), selaku pengelola Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci, memberikan klarifikasi resmi terkait menurunnya debit air di Danau Kerinci yang sempat memicu kekhawatiran masyarakat dan petani setempat.

Dalam keterangannya, perwakilan PT KMH menegaskan bahwa penyusutan permukaan air danau yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh aktivitas operasional proyek, melainkan murni akibat faktor fenomena alam.

Pihak perusahaan menyampaikan beberapa alasan teknis dan faktual terkait kondisi lapangan saat ini :

Faktor Cuaca (Curah Hujan Rendah) : Berdasarkan data hidrologi, wilayah Kerinci sedang mengalami penurunan curah hujan yang cukup signifikan. Hal ini berdampak langsung pada pasokan air dari sungai-sungai kecil (inflow) yang bermuara ke Danau Kerinci.

Penguapan Tinggi : Suhu udara yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir mempercepat proses evaporasi (penguapan) permukaan air danau.

Belum Beroperasi Penuh : Pihak PT KMH menekankan bahwa saat ini proyek masih dalam tahap konstruksi dan pengujian. Belum ada aktivitas pengambilan debit air secara masif yang dapat mempengaruhi elevasi air danau secara drastis.

Pembersihan Eceng Gondok : Pihak perusahaan justru mengklaim telah melakukan normalisasi di area hilir (outlet) danau untuk melancarkan aliran air, bukan untuk menguras volume air danau secara sengaja.

Manajemen PT KMH menyatakan tetap berkomitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem Danau Kerinci. Mereka berjanji akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau tinggi muka air (TMA).

"Kami sangat memahami kekhawatiran warga, terutama para petani. Namun perlu kami sampaikan bahwa penurunan air ini terjadi secara alami di musim kemarau. Kami tidak melakukan tindakan yang melanggar amdal atau merugikan masyarakat sekitar," ujar juru bicara PT KMH dalam rilis resminya.

Meski ada klarifikasi dari perusahaan, masyarakat di sekitar danau berharap adanya solusi konkret, terutama bagi mereka yang mengandalkan air danau untuk irigasi sawah dan tambak ikan. Warga meminta agar dilakukan pemantauan bersama secara transparan untuk memastikan tinggi air tetap berada pada batas aman. (NA)

Related

News 3160546416021535561

Terbaru

Hot in week

Komentar

item